Home / Bidang Sosial Budaya

Bidang Sosial Budaya

Secara konseptual, istilah pembangunan sosial (social development) sering dipertukarkan dengan pembangunan manusia (human development) dan pembangunan kesejahteraan sosial (social welfare development) memiliki konsentrasi yang relatif berbeda, meskipun bersinggungan. pembangunan manusia memfokuskan perhatiannya pada peningkatan modal manusia (human capital) yang diukur melalui dua indikator utama; pendidikan (misalnya angka melek huruf) dan kesehatan (misalnya angka harapan hidup). Sementara itu, pembangunan kesejahteraan sosial lebih berorientasi pada peningkatan modal sosial (social capital) yang dapat dilihat dari indikator keberfungsian sosial (social functioning) yang mencakup kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, melaksanakan peran sosial serta menghadapi goncangan dan tekanan kehidupan. Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat (perkembangan sosial), tidak bersifat otomatis, maka peranan kebijakan pemerintah menjadi suatu yang sangat vital agar pembangunan ekonomi dapat diarahkan pada upaya langsung peningkatan kesejahteraan atau kualitas hidup penduduk.

Pendidikan.

Pendidikan memberi konstribusi secara signifikan terhadap pembangunan ekonomi telah menjadi kebenaran yang bersifat aksiomatik. Berbagai kajian akademis dan penelitian empiris telah membuktikan keabsahannya. Pendidikan bukan hanya melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki pengetahuan dan ketrampilan serta menguasai tekhnologi, tetapi juga dapat menumbuhkan iklim bisnis yang sehat dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi karena itu, investasi di bidang pendidikan tidak saja berfaedah bagi perorangan, tetapi juga bagi komunitas bisnis dan masyarakat umum. Pencapaian pendidikan pada semua level niscaya akan meningkatkan pendapatan dan produktivitas masyarakat. Pendidikan merupakan jalan menuju kemajuan dan pencapaian kesejahteraan sosial dan ekonomi. Sedangkan kegagalan membangun pendidikan akan melahirkan berbagai problem krusial: pengangguran, kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, dan welfare dependency yang menjadi beban sosial politik bagi pemerintah.

Gambar klasifikasi pendidikan masyarakat Desa Hunuth-Durian Patah terdiri dari jenjang PAUD sebanyak 61 orang (5,92%), SD sebanyak 326 orang (31,62%), SMP sebanyak 165 orang (16,00%), SMU/SMK sebanyak 423 orang (41,03%), Diploma sebanyak 24 orang (2,33%), S1 sebanyak 27 orang (2,62%), S2 sebanyak 5 orang (0,48%). Dari klasifikasi pendidikan tersebut ternyata rata-rata tingkat pendidikan masyarakat Desa Hunuth-Durian Patah adalah pada jenjang Sekolah Menengah Atas atau sederajadnya  yaitu sebesar 41,03%  (lihat tabel II. 5).

Untuk menunjang proses pendidikan di Desa Hunuth-Durin Patah telah tersedia sarana pendidikan: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 3 buah, Taman Kanak-Kanak 1 buah dan Sekolah Dasar sebanyak 3 buah.

 

Tabel II.5 ; Kualifikasi Pendidikan Masyarakat Desa Hunuth-Durian Patah  

No Jenis Pendidikan Jumlah %
1 PAUD 61 5,92%
2 Sekolah Dasar/Sederajat 326 31,62%
3 SMP 165 16,00%
4 SMU/SMK 423 41,03%
5 Diploma (D II dan D III) 24 2,33%
6 Sarjana (S1) 27 2,62%
7 Magister (S2) 5 0,48%

Sumber; Pemerintah Desa Hunuth-Durian Patah

Kesehatan.

Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah.

Optimalisasi pelayanan kesehatan oleh Pemerintah Kota Ambon (Dinas Kesehatan) dan jejaringnya adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan secara optimal melalui terciptanya masyarakat Kota Ambon yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dengan perilaku sehat dan dalam lingkungan yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata di seluruh wilayah.

Untuk menjangkau pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Desa Hunuth-Durian Patah telah tersedia 8 orang tenaga para medis, 13 orang kader Posyandu, ditunjang dengan infastruktur berupa 1 unit Pustu, 3  Posyandu Balita, 1 Posyandu Lansia, 1 Posyandu Terintegrasi dan Poskedes 1 Unit.

Agama.

Komposisi penduduk menurut pemeluk agama di Desa Hunuth-Durian Patah adalah pemeluk agama Islam sebayak 1825 orang dan Kristen Protestan 1.376 orang dan agama Kristen Katolik 12 orang. (tabel II.9).

Dalam menunjang akvitas kegiataan keagamaan, sampai dengan tahun 2014 terdapat 3 buah Mesjid dan 2 buah bangunan Gereja.    

   Tabel : Jumlah Pemeluk Agama Kondisi Tahun 2014

No Pemeluk Agama Laki – Laki Perempuan Jumlah %
1 Kristen Protestan 691 685 1.376 42,83%
2 Kristen Katolik 5 7 12 0,37%
3 Islam 947 878 1.825 56,80%
Jumlah 1.643 1.570 3.213  

 Sumber; Pemerintah Desa Hunuth-Durian Patah

Lembaga Kemasyarakatan

Lembaga kemasyarakatan yang ada di Desa Hunuth-Durian Patah adalah merupakan mitra pemerintah desa dalam proses pembangunan desa. Peranan lembaga kemasyarakatan dalam tanggung jawab mengembangkan potensi sumberdaya manusia dan kegiatan-kegiatan ekonomi, sosial dan budaya seperti, pemberdayaan perempuan dan pemuda, penguatan kapasitas sumberdaya manusia maupun tugas-tugas lainnya sangat diharapkan dalam pembangunan Desa Hunuth-Durian Patah.

Desa Hunuth-Durian Patah memiliki beberapa lembaga kemasyarakatan seperti:

  1. TP PKK, Dasawisma
  2. Organisasi Pemuda
  3. Kelompok Tani / Nelayan
  4. Organisasi Muhabet
  5. Lembaga Keagamaan
  6. Lembaga Pemberdayaan Perempuan “INA AMA”
  7. Koperasi Unit Desa (KUD)
  8. Koperasi Wanita (Kopwan) “Ina Tuni”

Untuk megetahui lebih jauh kondisi organisasi-organisasi kemasyarakatan yang ada di desa Hunuth-Durian Patah, berikut adalah penjelasan singkat;

  • Tim Penggerak PKK, Dasawisma

Meskipun memiliki sistim organisasi yang kepengurusannya dari tingkat kabupaten/kota – kecamatan – negeri/desa hingga RT, namun organisasi yang digerakan oleh kaum perempuan ini dalam pelaksanaan program-programmnya masih belum maksimal sebagaimana tertera dalam 10 program PKK. Tantangan utama dalam pengembangan orgaisasi ini adalah masih rendahnya sumberdaya manusia (pengurus), dan sistim pembinaan masih sangat terbatas, serta tidak  tersedianya bangunan tempat kegiatan. Namun  dibalik keterbatasan SDM, kegiatan-kegiatan seperti pelayanan Posyandu, Dasa Wisma dan PAUD yang menjadi tanggung jawab Tim Penggerak PKK justru berlangsung dengan baik.

  • Organisasi Pemuda

Organisasi pemuda di Desa Hunuth-Durian Patah terdiri dari Karang Taruna, organisasi pemuda berlatar belakang keagamaan (Organisasi Remaja Mesjid, AM GPM) dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai salah satu penggerak pembangunan, organisi-organisasi pemuda di Hunuth-Durian Patah masih lebih terfokus pada kegiatan-kegiatan jangka pendek terutama penyelenggarakan even-even yang berkaitan dengan hari-hari besar nasional dan hari besar agama dan belum mengarah kekegiatan-kegiatan pembangunan masyarakat. Faktor utama yang sangat mempengaruhi laju gerak organisasi pemuda di Hunuth-Durian Patah adalah keterbatasan sumberdaya manusia dalam menggerakan roda organisasi sebagai akibat lemahnya pembinaan dalam peningkatan kapasitas organisasi.

  • Kelompok Tani dan Nelayan

Aktifias kelompok tani dan kelompok nelayan di Desa Hunuth-Durian Patah dalam aktifitasnya belum ditunjang dengan sarana-prasarana produksi yang memadai dan tidak adanya pendampingan menyebabkan kelompok-kelompok usaha ini belum dapat memproduksi baik hasil pertanian maupun perikanan  yang mampu mendorong pembangunan ekonomi masyarakat (peninggkatan pendapatan).

  • Organisasi Muhabet

Organisasi yang mempunyai peran penting dalam pelayanan sosial (kematian), namun  pelaksanaan kegiatannya masih menghadapi kendala terutama kebutuhan akan peralatan-pertukangan.

  • Lembaga Pemberdayaan Perempuan “INA AMA”

Lembaga Pemberdayaan Perempuan “INA AMA” yang ada di Desa Hunut-Durian Patah merupakan jaringan lembaga pelayanan perempuan yang memfokuskan kegiatannya dalam membela hak-hak perempuan, seperti: akses pelayanan kesehatan terhadap perempuan dan anak, kekerasan fisik terhadap perempuan dan anak (KDRT), dan masalah sosial lainnya baik melalui jalur formal maupun nonformal.

  • Koperasai Unit Desa (KUD)

Sebagai lembaga ekonomi desa Koperasi Unit Desa (KUD) merupakan komponen yang penting  dalam menggerakan ekonomi pedesaan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa.

KUD Desa Hunuth-Durian Patah pada tahun 2014/2015 dalam pelayanan kepada anggata koperasi tidak bisa dilakukan dengan optimal, lebih diakibatkan oleh lemahnya kapasitas pengurus dalam pengelolaan koperasi, yang berdampak hampir kesemua komponen KUD seperti partisipasi anggota dalam memenuhi kewajibannya, perputaran modal dalam mendukung usaha-usaha anggotanya  dan hal-hal lain sebagaimana diamanatkan dalam AD/ART KUD  Desa Hunuth-Durian Patah.

  • Koperasi Wanita “INA TUNI”

Koprasi Wanita Ina Tuni desa Hunuth-Durian Patah mulai terbentuk dan berbadan Hukum pada tahun 2013 dengan jumlah anggota 75 orang. Kegiatan usaha yang dikembangkan   di taun 2014/2015 adalah unit usaha simpan pinjam yang melayani kebutuhan anggota maupun calon anggota Koperasi. Sebagai lembaga ekonomi desa yang terfokus pada upaya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa khususnya ibu-ibu,  tentunya masih diperhadapkan dengan berbagai kendala dalam mengembangkan usahanya, yaitu sumberdaya pengelola yang minim, perkuatan modal usaha serta dan proses pendampingan dalam rangka peningkatan manajemen usaha.

Kemiskinan.

Kemiskinan dari perspektif Pembangunan Sosial ini dilatarbelakangi oleh dua alasan. Pertama, karena kemiskinan adalah tercerabutnya hak-hak dasar masyarakat, seperti akses pada pendapatan, pendidikan, dan kesehatan. Kedua, penjelasan atas kemiskinan akan memperjelas faktor struktural yang memunculkan kemiskinan itu sendiri. Berbeda dari penjelasan stuktural makro yang selama ini digunakan, yang melihat kemiskinan sebagai masalah individual. Faktor struktural ini terutama adalah peran Negara dan Swasta (bisnis) sebagai stakeholder yang memilik akses terbesar terhadap sumber daya stuktural dan politik.

Berdasarkan data World Bank, perumbuhan ekonomi Indonesia  yang kuat pada tahun 2014 talah mengurangi angka kemiskinan menjadi  11,3% jika dibandingkan dengan tahun 1999 yang 24% . Tetapi penurunan angka kemiskinan dalam dua tahun terkahir sangat lambat yaitu hanya sebesar 0,7% tiap tahun.

Berdasarkan data Pemerintah Hunuth-Durian Patah  dengan tahun 2014, masih terdapat keluarga miskin sebanyak 207 KK Rumah Tangga Sasaran (RTS).

Selain itu kondisi sosial masyarakat yang berdampak terhadap keterbatasan untuk pemenuhan kebutuhan dasar untuk kesejahteraan di Desa Hunuth-Durian Patah masih ditemui seperti:   janda sebanyak 67 orang, cacat fisik sebanyak 15 orang, cacat mental sebanyak 4 orang, anak yatim/piatu sebanyak 125 orang, serta duda sebanyak 23 orang.